Bimbingan Teknis dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 4 Agustus 2026 mulai pukul 09.00 WIB di Lab TIK SMPN 1 Karusen Janang, yang diikuti oleh seluruh dewan guru dan Kepala Sekolah.
1. Penguatan Literasi
Fondasi & Regulasi Standar Pendidikan
-
Fondasi SNP (PP No. 57/2021): Capaian lulusan pendidikan dasar difokuskan pada tiga pilar utama:
-
Penanaman Karakter (sesuai nilai-nilai Pancasila)
-
Kompetensi Literasi
-
Kompetensi Numerasi
-
Strategi dan Komponen Literasi
-
Definisi Literasi: Bukan sekadar membaca/mengeja kata, melainkan kemampuan kognitif utuh untuk memahami, menggunakan, merefleksikan, dan mengevaluasi berbagai jenis teks secara logis/kritis.
-
6 Pilar Literasi Dasar: Baca Tulis, Numerasi, Sains, Digital, Finansial, serta Budaya & Kewargaan.
-
Arsitektur AKM Literasi Membaca:
-
Konten Teks: Teks Informasi (fakta, data) vs Teks Fiksi/Sastra (pengalaman, empati).
-
Konteks Bacaan: Personal, Sosial Budaya, dan Saintifik.
-
Proses Kognitif:
-
Level 1: Menemukan Informasi (Dasar)
-
Level 2: Menginterpretasi & Mengintegrasi
-
Level 3: Mengevaluasi & Merefleksi (HOTS/Tertinggi)
-
-
-
3 Tahap Pelaksanaan Pembelajaran Literasi:
-
Sebelum Membaca: Skimming/scanning, prediksi, think-aloud, pengatur grafis.
-
Ketika Membaca: Meringkas, memvisualisasikan, membuat inferensi, memonitor pemahaman.
-
Setelah Membaca: Menceritakan kembali, konfirmasi prediksi, menghubungkan antar-teks/kehidupan nyata.
-
-
Toolkit Pengatur Grafis: ADiK SiMBa (5W1H), Diagram Venn, Tabel T-I-P (Tahu-Ingin-Pelajari), dan Rantai Peristiwa.
2. Membangun Kemitraan Orang Tua & Sekolah (Deep Learning)
Perubahan Paradigma (Tamu vs Mitra)
Keberhasilan peserta didik bergantung pada sinergi antara rumah dan sekolah.
-
Paradigma Lama (Tamu): Hubungan transaksional, komunikasi hanya saat masalah/pembagian raport, dan saling menyalahkan jika ada kendala.
-
Paradigma Baru (Mitra): Hubungan kolaboratif, komunikasi terstruktur & proaktif, pendampingan bersama (Deep Learning), serta berfokus pada solusi.
Ekosistem, Peran, & Strategi Pelaksanaan
-
Arsitektur Peran:
-
Kepala Sekolah: Pembuat kebijakan, anggaran, dan tim.
-
Guru: Katalisator lapangan & pembangun komunikasi positif.
-
Komite Sekolah: Penghubung dan penyambung aspirasi masyarakat.
-
-
6 Wajah Orang Tua: Pendidik Pertama, Teladan Utama, Pendamping Belajar, Motivator, Pengawas Teknologi, dan Penguat Karakter.
-
Rencana Ritme Kemitraan Semester 1:
-
Juli: Pertemuan awal, samakan persepsi.
-
Agustus: Parenting class pendampingan belajar.
-
September: Orang tua sebagai narasumber profesi.
-
Oktober: Family Reading Day.
-
November: Projek keluarga & pameran karya.
-
Desember: Refleksi dan evaluasi bersama.
-
-
Indikator Keberhasilan: Partisipasi orang tua >80%, penurunan pelanggaran tata tertib/disiplin, kepuasan layanan komunikasi, dan peningkatan mutu/prestasi belajar.
3. Panduan Pemilihan Konten & Cara Mengajarkannya
Strategi pemilihan konten dan penyampaian pembelajaran difokuskan agar materi yang diajarkan relevan, esensial, tidak membebani pendidik maupun peserta didik, serta bermakna (berorientasi pada Deep Learning / Pembelajaran Mendalam).
“Mengajar bukan hanya tentang menyelesaikan materi, melainkan memastikan materi yang dipilih bermakna dan disampaikan sesuai standar yang tepat.” — Kang Jo
1. Landasan acuan dan regulasi Pemilihan konten
Dalam memilah materi dan menyusun strategi pembelajaran, pendidik mengacu pada standar nasional terbaru:
-
Standar Isi (SI) — Permendikdasmen No. 12 Tahun 2025: Menjadi kriteria utama dalam menentukan ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi pembelajaran.
-
Standar Proses — Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026: Menjadi acuan kriteria minimum dalam pelaksanaan mengajar agar tercipta suasana belajar yang aktif, interaktif, bermakna, dan berorientasi pada murid.
-
Standar Kelulusan (SKL) — Permendikdasmen No. 10 Tahun 2025: Menjadi target capaian kualifikasi lulusan (karakter, sikap, pengetahuan, dan keterampilan).
-
Standar Penilaian — Permendikbudristek No. 21 Tahun 2022: Acuan evaluasi dan asesmen (formatif & sumatif).
2. Panduan Memilih Konten Bacaan / Teks Pembelajaran
Saat memilih konten teks sebagai materi ajar atau stimulus pembelajaran, pendidik perlu memperhatikan tiga komponen utama Asesmen Kompetensi Minimum (AKM):
A. Jenis Konten Teks
-
Teks Informasi: Dipilih untuk memberikan fakta, data, dan wawasan ilmiah berbasis realita.
-
Teks Fiksi (Sastra): Dipilih untuk memberikan pengalaman hiburan, perenungan, eksplorasi imajinasi, dan membangun empati.
B. Konteks Bacaan
Pendidik sebaiknya memilih konten yang mencakup tiga ranah konteks:
-
Personal: Berkaitan erat dengan kepentingan/pengalaman pribadi, hobi, dan cita-cita peserta didik.
-
Sosial Budaya: Berkaitan dengan interaksi antarindividu, isu kemasyarakatan, dan pelestarian budaya.
-
Saintifik: Berkaitan dengan isu, aktivitas, dan fakta ilmiah.
3. Cara Mengajarkan Konten (Strategi 3 Tahap)
Agar pembelajaran materi/konten berlangsung mendalam dan mendorong berpikir kritis (HOTS), pengajaran dibagi menjadi tiga tahapan perjalanan membaca/memahami teks:
[Tahap 1: SEBELUM] ➔ [Tahap 2: KETIKA] ➔ [Tahap 3: SETELAH]
Tahap Sebelum Membaca (Mengaktifkan Prior Knowledge)
-
Tujuan: Mengaktifkan pengetahuan awal siswa sebelum masuk ke materi baru.
-
Teknik Mengajar:
-
Lakukan Skimming & Scanning (membaca cepat untuk mendapat gambaran umum).
-
Ajak siswa membuat prediksi isi materi berdasarkan judul/gambar.
-
Cari kata kunci atau konsep utama.
-
Gunakan teknik Think Aloud (berpikir nyaring) untuk memodelkan proses berpikir.
-
Tahap Ketika Membaca (Memonitor Pemahaman)
-
Tujuan: Mempelajari informasi baru & melatih siswa memonitor tingkat pemahamannya secara mandiri.
-
Teknik Mengajar:
-
Minta siswa memvisualisasikan informasi dan mencatat/meringkas bagian penting.
-
Latih siswa mengajukan pertanyaan di tengah bacaan dan mengidentifikasi bagian yang sulit/bingung.
-
Bimbing siswa mencari informasi tersirat (melakukan inferensi).
-
Tahap Setelah Membaca (Memperdalam & Merefleksi)
-
Tujuan: Memperdalam pemahaman materi dan menghubungkan isu pembelajaran dengan kehidupan nyata.
-
Teknik Mengajar:
-
Ajak siswa menceritakan kembali (retelling) atau mengonfirmasi kebenaran prediksi awal.
-
Lakukan analisis, sintesis, evaluasi, dan refleksi komprehensif terhadap materi.
-
Hubungkan materi dengan pengalaman diri, masyarakat, dan dunia luar.
-
4. Alat Bantu Visual untuk Mengajar (Toolkit Pengatur Grafis)
Pendidik disarankan menggunakan alat bantu visual (graphic organizers) untuk menata pemikiran siswa secara terstruktur:
-
ADiK SiMBa (5W1H): Tabel analisis untuk membedah Apa, Di mana, Kapan, Siapa, Mengapa, dan Bagaimana dari isi materi.
-
Tabel T-I-P (Tahu-Ingin-Pelajari): Matriks pemetaan tentang apa yang sudah Tahu, Ingin tahu, dan telah diPelajari oleh siswa.
-
Diagram Venn: Instrumen visual untuk membandingkan dua konsep, fenomena, atau tokoh secara terstruktur.
-
Rantai Peristiwa: Mengurutkan alur kejadian atau siklus kronologis dalam teks/materi nonfiksi.(santa eliani)
SUMBER : hpps//kangjo,info
